Selasa, 12 November 2013

KONFLIK DAN MOTIVASI

 KONFLIK

Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa manusia itu adalah makhluk sosial. Yang berarti di dalam kehidupannya manusia tidak dapat hidup sendiri , manusia membutuhkan orang lain untuk saling berhubungan, bertukar pikiran , berinteraksi dan lain sebagainya. Setiap individu itu memiliki watak dan prilaku yang berbeda-beda, sudah pasti antara individu yang satu dengan individu yang lain tidaklah sama, mereka masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.
Tidak jarang dari kekurangan dan kelebihan yang dimiliki itu dapat menimbulkan masalah atau konflik. Tidak semua orang yang kita kenal dapat menerima kekurangan dan kelebihan yang kita miliki itu. Tidak mudah membuat orang agar suka dengan kita, mereka juga pasti mempunyai penilaian tersendiri terhadap diri kita. Watak dan prilaku yang berbeda itulah yang terkadang menjadi salah satu penyebab konflik yang terjadi di lingkungan masyarakat. Dimana ada individu yang ingin selalu menang dan ada individu juga yang tidak mau di saingi keberadaannya nah darisitulah timbulah suatu konflik.
      
Pengertian Konflik 
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Menurut kamus besar bahasa Indonesia konflik adalah percekcokkan, perselisihan, pertentangan. Dapat di simpulkan bahwa konflik merupakan suatu perselisihan, pertentangan, percekcokan yang terjadi di lingkungan masyarakat antara dua orang atau lebih (berkelompok) karena suatu masalah, seperti karena masalah perbedaan , masalah beda paham , masalah persaingan dan lain sebagainya.

Jenis-jenis konflik

Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada empat jenis konflik yaitu :
11. Konflik intrapersona, adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.
Contoh konflik intrapersonal : jika seseorang ingin mengikuti kontes pencarian bakat namun dia tidak dapat meninggalkan kuliahnya. Maka terjadi konflik pada dirinya sendiri, ia dibingungkan  harus mementingkan yang mana terlebih dahulu antara kuliahnya atau kontes yang sangat ingin ia ikuti.
22. Konflik Interpersonal, adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Konflik interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku organisasi. 
Contoh konflik interpersonal : saling dendam antara individu satu dengan individu lain karena sesuatu hal yang sama-sama mereka inginkan. Masalah prestasi, ada seorang individu yang pintar merasa disaingi oleh anak baru yang kelihatannya lebih pintar darinya. Maka individu itu merasa tersaingi dan timbulah konflik disitu.
33. Konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok, Hal ini seringkali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka. 
Contoh konflik antar individu dan kelompok : saling saing antara kelompok kerja.
44. Konflik interorganisasi, Konflik intergrup merupakan hal yang tidak asing lagi bagi organisasi manapun, dan konflik ini meyebabkan sulitnya koordinasi dan integrasi dari kegiatan yang berkaitan dengan tugas-tugas dan pekerjaan. 
Contoh konflik interorganisasi : saling saing juga antara kelompok besar. Contoh : perusahaan satu dengan perusahaan lain.


 Latar belakang konflik :

Perbedaan individu
11. perbedaan pendirian , Setiap orang memiliki pendirian yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Perbedaan pendirian akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya.
22. Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda, Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik. 
33. Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok, Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu,dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda perubahan nilaiyang cepat dan mendadak dalam masyarakat, Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik social. 

Akibat-akibat dari konflik yang terjadi
Konflik dapat berakibat baik dan dapat berakibat tidak baik. berikut ini akan disebutkan diantaranya.
Konflik yang berakibat tidak baik seperti :
11. Menghambat komunikasi, karena pihak-pihak yang berkonflik cenderung tidak berkomunikasi.
22.      Menghambat keeratan hubungan.
33.    Karena komunikasi relative tidak ada, maka akan mengancam hubungan pihak-pihak yang berkonflik.
44.     Mengganggu kerja sama.
55.      Hubungan yang tidak terjalin baik, bagaimana mungkin terjadi kerjasama yang baik.
66.      Mengganggu proses produksi,bahkan menurunkan produksi.
77.     Kerja sama yang kurang baik, maka produktifitas pun rendah.
88.     Menimbulkan ketidakpuasan terhadap pekerjaan.
99.    Karena produktifitas rendah, timbullah ketidakpuasan terhadap pekerjaan.
10.  Yang kemudian berakibat pada individu mengalami tekanan, mengganggu konsentrasi, menimbulkan kecemasan, mangkir, menarik diri, frustasi dan apatisme.


Konflik yang berakibat baik seperti:
11.  Membuat suatu organisasi hidup, bila pihak-pihak yang berkonflik memiliki kesepakatan untuk mencari jalan keluarnya.
22.    Berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan merupakan salah satu akibat dari konflik, yang tujuannya tentu meminimalkan konflik yang akan terjadi dikemudian hari.
3.  Melakukan adaptasi, sehingga dapat terjadi perubahan dan perbaikan dalam system serta prosedur, mekanisme, program, bahkan tujuan organisasi.
44.   Memunculkan keputusan-keputusan yang inovatif.
55.    Memunculkan persepsi yang lebih kritis terhadap perbedaan pendapat.

Cara-Cara Mengatasi Konflik
Mengatasi konflik antara pihak-pihak yang bertikai tergantung pada kemauan pihak-pihak yang berkonflik untuk menyelesaikan masalah. Selain itu juga peran aktif dari pihak luar yang menginginkan redanya konflik. Berikut adalah cara-cara untuk mengatasi konflik yang telah terjadi :
1.      Rujuk : merupakan usaha pendekatan demi terjalinnya hubungan kerjasama yang lebih baik demi kepentingan bersama pula.
2.      Persuasi : mengubah posisi pihak lain, dengan menunjukan kerugian yang mungkin timbul, dan bukti factual serta dengan menunjukkan bahwa usul kita menguntungkan dan konsisten dengan norma dan standar keadilan yang berlaku.
3.      Tawar-menawar : Suatu penyelesaian yang dapat diterima oleh kedua belah pihak dengan mempertukarkan kesepakatan yang dapat diterima.
4.      Pemecahan masalah terpadu : Usaha pemecahan masalah dengan memadukan kebutuhan kedua belah pihak. Proses pertukaran informasi, fakta, perasaan, dan kebutuhan berlangsung secara terbuka dan jujur. Menimbulkan rasa saling percaya dengan merumuskan alternative pemecahan secara bersama dengan keuntungan yang berimbang bagi kedua pihak.
5.      Penarikan diri : Cara menyelesaikan masalah dengan cara salah satu pihak yang bertikai menarik diri dari hubungan dengan pihak lawan konflik. Penyelesaian ini sangat efisien bila pihak-pihak yang bertikai tidak ada hubungan. Bila pihak-pihak yang bertikai saling berhubungan dan melengkapi satu sama lain, tentu cara ini tidak dapat dilakukan untuk menyelesaikan konflik.
6.      Pemaksaan dan penekana : Cara menyelesaikan konflik dengan cara memaksa pihak lain untuk menyerah. Cara ini dapat dilakukan apabila pihak yang berkonflik memiliki wewenang  yang lebih tinggi dari pihak lainnya. Tetapi bila tidak begitu cara-cara seperti intimidasi, ancaman, dsb yang akan dilakukan dan tentu pihak yang lain akan mengalah secara terpaksa.
Cerita tentang konflik :
Perceraian kedua orang tua, yang menimbulkan berbagai konflik di dalam keluarga. Terutama pada anaknya, karena konflik ini sangat berpengaruh terhadap psikis anaknya. Dimana anak tersebut mengalami konfik pada diri nya sendiri. Anak tersebut harus memilih tinggal dengan ayah atau ibunya. Kasih sayang dan perhatian itu sangat di butuhkan oleh anak dalam proses pembentukan jati dirinya. Apabila kedua orang tua nya berpisah otomatis kasih sayang yang anak itu dapatkan tidaklah lagi lengkap seperti saat kedua orang tuanya masih bersama.

MOTIVASI
Motivasi berasal dari kata move yang artinya "bergerak". Salah satu unsur dari motivasi itu sendiri adalah motif atau alasan atau bisa juga disebut bisa jadi merupakan sesuatu yang memotivasi. Motivasi sendiri bisa dikelompokkan menjadi motivasi internal dan motivasi eksternal. Bila motivasi eksternal merupakan motivasi yang berasal dari luar diri, maka motivasi internal adalah motivasi yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Motivasi eksternal biasanya bersifat sementara. Lain halnya dengan motivasi internal yang bersifat lebih kekal. 

Pengertian motivasi menurut beberapa ahli: 
1.      ANTON IRIANTO 
Motivasi adalah sesuatu yang menggerakan atau mendorong seseorang atau kelompok orang, untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. 
2.      ALAN LOY MCGINNIS 
Kemauan yang tinggi untuk mengerahkan upaya menuju tujuan organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan upaya untuk memenuhi beberapa kebutuhan individual. 
3.      WEINER
Motivasi merupakan kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong kita mencapai tujuan tertentu dan membuat kita tetap tertarik dalam kegiatan tertentu. 
4.      UNO
Motivasi merupakan sebuah dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya hasrat dan minat untuk melakukan kegiatan, dorongan dan kebutuhan untuk melakukan kegiatan, harapan dan cita-cita, penghargaan dan penghormatan atas diri, lingkungan yang baik, serta kegiatan yang menarik.

Teori-teori Motivasi 
1.    Teori Hierarki Kebutuhan Maslow 
Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara satu kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Kebutuhan merupakan fundamen yang mendasari perilaku pegawai. Karena tidak mungkin memahami perilaku tanpa mengerti kebutuhannya. Abraham Maslow (Mangkunegara, 2005) mengemukakan bahwa hierarki kebutuhan manusia adalah sebagai berikut :
a.  Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan untuk makan, minum, perlindungan fisik, bernapas, seksual. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat terendah atau disebut pula sebagai kebutuhan yang paling dasar 
b.  Kebutuhan rasa aman, yaitu kebutuhan akan perlindungan diri dari ancaman, bahaya, pertentangan, dan lingkungan hidup 
c.  Kebutuhan untuk rasa memiliki (sosial), yaitu kebutuhan untuk diterima oleh kelompok, berafiliasi, berinteraksi, dan kebutuhan untuk mencintai serta dicintai 
d.  Kebutuhan akan harga diri, yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh orang lain 
e.   Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri, yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan, skill dan potensi. Kebutuhan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide-ide, gagasan dan kritik terhadap sesuatu 

2.      Teori Keadilan 
Keadilan merupakan daya penggerak yang memotivasi semangat kerja seseorang, jadi perusahaan harus bertindak adil terhadap setiap karyawannya. Penilaian dan pengakuan mengenai perilaku karyawan harus dilakukan secara obyektif. Teori ini melihat perbandingan seseorang dengan orang lain sebagai referensi berdasarkan input dan juga hasil atau kontribusi masing-masing karyawan (Robbins, 2007). 

3.      Teori X dan Y 
Douglas McGregor mengemukakan pandangan nyata mengenai manusia. Pandangan pertama pada dasarnya negative disebut teori X, dan yang kedua pada dasarnya positif disebut teori Y (Robbins, 2007). 
4.      Teori dua Faktor Herzberg 
Teori ini dikemukakan oleh Frederick Herzberg dengan asumsi bahwa hubungan seorang individu dengan pekerjaan adalah mendasar dan bahwa sikap individu terhadap pekerjaan bias sangat baik menentukan keberhasilan atau kegagalan. (Robbins, 2007).  Herzberg memandang bahwa kepuasan kerja berasal dari keberadaan motivator intrinsik dan bawa ketidakpuasan kerja berasal dari ketidakberadaan faktor-faktor ekstrinsik. Faktor-faktor ekstrinsik (konteks pekerjaan) meliputi : 
a.      Upah 
b.      Kondisi kerja 
c.      Keamanan kerja 
d.      Status 
e.      Prosedur perusahaan
f.       Mutu penyeliaan 
g.      Mutu hubungan interpersonal antar sesama rekan kerja, atasan, dan bawahan 

Jenis-jenis Motivasi
Motivasi positif dan motivasi negatif, motivasi positif adalah proses untuk mencoba mempengaruhi orang lain agar menjalankan sesuatu yang kita inginkan dengan cara memberikan kemungkinan untuk mendapatkan hadiah. Motivasi negatif adalah proses untuk mempengaruhi seseorang agar mau melakukan sesuatu yang kita inginkan tetapi teknik dasar yang digunakan adalah lewat kekuatan ketakutan.

Sumber :
http://tkampus.blogspot.com/2012/04/pengertian-motivasi-dan-teori-teori.html

Minggu, 20 Oktober 2013

Teori Organisasi Umum

Teori Organisasi
            Sebagai makhluk sosial, manusia hidup dalam lingkungan di mana interaksi antar sesama serta mengatur kegiatannya dalam mencapai suatu tujuan bersama. Namun karena keterbatasan yang dimiliki, manusia tidak mampu untuk mewujudkan tujuan itu tanpa adanya hubungan kerjasama diantara mereka. Masalah ini yang menjadi dasar terwujudnya manusia yang hidup dalam organisasi.
            Dalam buku Pengantar Organisasi dan Metode, Widyatmini & Izzati A. (1991:1) Memberi istilah organisasi sebagai:
Wadah : Sekelompok manusia untuk saling bekerja sama
Proses  : Pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien
            Menurut Ernest Dale, Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu  struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
            Sedangkan Cyril Soffer menyatakan bahwa organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu sistem kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.
            Lalu, Kast & Rosenzweig menjelaskan pula bahwa organisasi adalah sub sistem teknik, sub sistem struktural, sub sistem psikososial dan subsistem manajerial dari lingkungan yang lebih luas dimana ada kumpulan orang-orang berorenteasi pada tujuan.
            Menurut Widyatmini & Izzati A. dalam Pengantar Organisasi dan Metode (1991:1), “Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah: Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.”

Dari penjelasan teori tersebut, maka dapat dibuat definisi umum dari organisasi, yaitu:
Organisasi adalah orang-orang yang usahanya harus dikoordinasikan, tersusun dari sejumlah subsistem yang saling terhubung dan bergantungan, bekerja sama atas dasar pembagian kerja, peran dan wewenang serta mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai.

Berikut ini merupakan ciri-ciri dari organisasi, yaitu:
1.         Lembaga sosial yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan
2.         Dikembangkan untuk mencapai tujuan
3.         Secara sadar dikoordinasikan dan sengaja disusun
4.         Instrumen sosial yang memeiliki batasan yang secara relatif dapat diidentifikasi.

Berikut ini merupakan beberapa teori organisasi antara lain sebagai berikut :
1.         Teori Oganisasi Klasik
Di teori ini, organisasi merupakan struktur hubungan antar kekuasaan, tujuan, peranan, kegiatan dan faktor lain, apabila orang saling bekerja sama. Biasa disebut “Teori Tradisional” atau “Teori Mesin” Dikatakan “Teori Mesin” karena manusia dianggap sebagai suku cadang yang suatu saat bisa dipasang atau digantikan sekehendak pemimpin.
Dalam teori ini, organisasi digambarkan menjadi sebuah lembaga tersentralisai dan dengan tugas-tugas yang terspesialisasi, memberi petunjuk mekanistik yang kaku dan tidak mengandung kratifitas. Teori klasik berkembang dalam 3 aliran, yaitu :
1)         Teori Birokrasi
Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam buku “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalsm” dan “The Theory od Social and Economic Organization“. Menurutnya, karakteristik birokrasi antara lain :
a.             Pembagian kerja
b.            Hirarki wewenang
c.             Program rasional
d.            Sistem prosedur
e.             Sistem aturan hak dan kewajiban
f.             Hubungan antar pribadi yang bersifat inpersonal
2)          Teori Administrasi
Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa, sertaMooney dan Reiley dari Amerika.
Henri Fayol mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajeman yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi, yaitu:
a.       Pembagian kerja
b.      Wewenang & tanggung jawab
c.       Disiplin
d.      Keatuan perintah
e.       Kesatuan pengarahan
f.       Mendahulukan kepentingan umum daripada pribadi
g.      Balas jasa
h.      Sentralisasi
i.        Rantai scalar
j.        Aturan
k.      Keadilan
l.        Kelanggengan personalia
m.    Inisiatif
n.      Semangat korps
         Henri Fayol juga merincikan fungsi-fungsi kegiatan administrasi menjadi elemen-elemen manajemen disebutFayol’s Functionalism, yaitu : perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, penkoordinasian dan pengawasan.
3)          Teori Manajemen Ilmiah
Frederick Winslow Taylor telah mengembangkan teori ini sejak 1900. Definisi dari manajemen ilmiah adalah “metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah organisasi” atau “seperangkat mekanisme untuk meningkatkan efesiensi kerja”. Empat kaidah manajemen menurutnya sebagai berikut :
1.         Menggantikan metode kerja dengan metode atas dasar ilmu pengetahuan
2.         Mengadakan seleksi, latihan dan pengembangan karyawan
3.         Pengembangan ilmu tentang kerja, seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah
4.         Perlu dikembangkan semangat dan mental karyawan

2.      Teori Neoklasik
Disebut juga “Teori Hubungan Manusiawi”. Muncul akibat ketidakpuasan dengan teori klasik. Menekankan pada “pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja
Hugo Munsteberg dalam “Psychology and Industrial Effeciency” menekankan adanya perbedaan karakteristik individu dalam organisasi dan mengingatkan adanya pengaruh faktor sosial dan budaya terhadap organisasi. Dalam pembagia kerja, Neoklasik memandang perlunya:
a.       Partisipasi
b.      Perluasan kerja
c.       Manajemen bottom up
3.      Teori Modern
Muncul tahun 1950 akibat ketidakpuasan pada teori sebelumnya.
Sering disebut “Analisa Sistem” atau “Teori Terbuka” yang memadukan kedua teori sebelumnya. Semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan. Organisasi merupakan sistem terbuka yang berkaitan dengan lingkungan dan apabila ingin bertahan hidup maka harus beradaptasi dengan lingkungan.



Pengalaman Berorganisasi
Dalam kehidupan bermasyarakat tentunya tak lepas dari yang namanya organisasi. Setiap manusia dalam kehidupannya pasti pernah ataupun sering berorganisasi atau masuk dalam suatu organisasi. Jika kita mendengar kata organisasi pasti satu pikiran yang terlintas di benak kita bahwa organisasi itu merupakan sesuatu yang formal namun kenyataannya tidak seperti itu , selain organisasi formal ada juga organisasi non formal. Contoh organisasi yang formal itu seperti Organisasi didalam sekolah contohnya seperti  OSIS, BEM, Ekstrakulikuler maupun organisasi yang ada di dalam kelas. Organisasi Non Formal contohnya seperti Organisasi yang kita lakukan di luar atau di lingkungan masyarakat contohnya seperti beroganisasi dalam membentuk kepanitiaan , membuat suatu acara, mengatur jalannya acara-acara keagamaan seperti tabligh akbar, hari raya besar dan lain sebagainya.
Seperti manusia pada umumnya , saya juga pernah mengikuti beberapa organisasi, baik organisasi yang ada di sekolah maupun organisasi yang ada di lingkungan tempat saya tinggal. Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman berorganisasi saya itu. Mulanya saya adalah seorang anak yang paling susah untuk berorganisasi, karena bisa di bilang saya adalah anak yang kurang percaya diri. Saya tidak terbiasa untuk berbicara di depan umum ataupun ikut serta berkumpul dengan orang banyak dalam suatu perkumpulan organisasi. Selain itu , saya melihat teman-teman saya terlihat begitu sibuk mengikuti suatu organisasi sehingga selalu pulang larut malam. Tentunya saya belum terbiasa dengan hal itu dan saya takut sekali akan turunnya prestasi belajar saya jika saya mengikuti organisasi.
Ketakutan akan organisasi perlahan sirna oleh rasa ingin tahu saya. Tepatnya di SMP kelas 2 , saya mulai ingin lebih tahu tentang organisasi. Mungkin waktu di kelas 1 saya masih belum bisa beradaptasi , namun perlahan saya mulai percaya diri untuk mengikuti suatu organisasi dan mulai menghapus presepsi buruk yang saya pikirkan selama ini mengenai organisasi. Awalnya ikut ajakan teman untuk mencoba latihan dasar kepemimpinan  organisasi siswa intra sekolah. Teman saya lah yang meyakinkan saya bahwa organisasi itu mengasyikan dan kita juga dapat belajar untuk lebih percaya diri di hadapan umum. Adrenalin saya terpancing dan saya memutuskan untuk melawan semua rasa kurang percaya diri saya itu.
Pada saat mengikuti latihan dasar kepemimpinan untuk syarat masuk ke dalam kepengurusan OSIS, saya di ajarkan bagaimana mengatur diri saya menjadi seorang pemimpin yang disiplin. Karena jika kita belum bisa mengatur diri kita sendiri bagaimana kita akan mengatur orang lain kelak sebagai pemimpin. Satu hal berharga yang saya dapatkan dari latihan dasar kepemimpinan itu , bahwa hidup itu berarti kalau kita dapat bermanfaat bagi orang lain yang ada disekitar kita.  Dengan berorganisasi saya berfikir bahwa saya tidaklah hidup seorang diri , kita adalah mahkluk sosial yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.  
Dikelas 2 SMP saya resmi masuk ke dalam kepengurusan OSIS dan saya menjabat sebagai seksi bidang apresiasi , persepsi dan kreasi seni. Jabatan ini menurut saya sangat cocok dengan kepribadian saya yang sangat menyukai hal-hal yang berhubungan dengan seni dan kreatifitas. Tugas pertama yang saya kerjakan saat itu adalah menyelenggarakan acara pentas seni, dimana saya mengatur sistematis acara pentas seni tersebut. Seperti : menyiapkan audisi menyanyi , menari, drama, menata panggung , menyusun acara dan lain sebagainya.
            Selain menjadi anggota OSIS , saya juga mengikuti organisasi keagamaan yakni Remaja Masjid Nurul atau yang disingkat RMN. RMN merupakan organisasi yang di bentuk untuk mengurusi urusan keagamaan di masjid sekolah. Saya menjabat sebagai sekertaris 2 , yang bertugas mencatat pemasukan infak setiap minggunya, membuat majalah dingding, mencetak materi pengajian dan membantu sekretaris 1. Dalam organisasi ini, saya mendapat banyak sekali pelajaran yang sangat berharga untuk menambah bekal di akhirat kelak. Setiap minggunya organisasi ini mengadakan ngaji bersama, latihan menulis kaligrafi, tausiah, belajar hukum-hukum tajwid dan lain sebagainya. Dan apabila ada acara-acara besar keagamaan maka organisasi ini lah yang menjadi anggota kepanitiaannya.
            Selain mengikuti organisasi formal disekolah, saya juga mengikuti organisasi kecil di kampung saya yang di beri nama Kuantifang. Kuantifang itu merupakan singkatan dari Kumpulan anak kreatif kujang (nama daerah). Organisasi ini di bentuk oleh pak RT kujang dengan tujuan agar remaja-remaja yang tinggal di gang kujang ini walaupun banyak yang tidak melanjutkan sekolah tapi mereka masih bisa berkreatifitas. Kegiatan yang dilakukan antara lain : membuat kerajinan tangan , latihan menari daerah, latihan teater. Jadi setiap ada acara seperti acara memperingati hari kemerdekaan remaja-remaja ini bisa memamerkan karyanya. Vakum selama setahun di kelas 3 SMP dari hal yang berbau organisasi karena akan mengikuti Ujian Nasional. Dan selama vakum itu sangat terasa sekali rindu akan kumpul-kumpul, rapat dan lain sebagainya. Tidak pernah di bayangkan, saya akan merindukan hal yang awalnya saya takutkan ini.
            Setelah sekian lama vakum , dan akhirnya saya mengikuti organisasi kembali di SMA. Yaitu Remaja Masjid Darutholibin atau RMD. Organisasi ini sama seperti organisasi Remaja Mesjid yang saya ikuti di SMP. Namun kali ini saya menjabat sebagai bendahara, yang bertanggung jawab untuk mengatur keuangan yang masuk maupun yang keluar seperti infak , ataupun ada kegiatan acara-acara tabligh akbar di sekolah. Di SMA saya tidak banyak mengikuti organisasi , karena saya di suruh fokus sekolah oleh orang tua saya untuk mempersiapkan masuk PTN.
            Organisasi terakhir yang saya ikuti adalah Esgrim Community. Organisasi ini awalnya di bentuk pada saat bulan ramadhan untuk melakukan penggalangan dana ke panti asuhan.  System penggalangan dana yang dilakukan seperti : mengamen , menjual kue-kue untuk berbuka, dan lain sebagainya. Dan pada akhir bulan Ramadhan barulah kami adakan acara pentas seni di panti asuhan tersebut dan membagikan hasil penggalangan dana selama satu bulan.
Begitulah sedikit cerita tentang pengalaman organisasi yang saya ikuti. Mungkin jika waktu itu saya tidak mau melawan rasa kurang percaya diri saya , saya tidak akan pernah mempunyai pengalaman seindah ini. Di mana dari organisasi-organisasi tersebut saya belajar banyak hal yang tidak akan pernah saya dapatkan jika saya belajar sendiri. Dan saya katakana bahwa saya pun bisa seperti mereka yang bisa bergabung dengan suatu organisasi. Terkadang kita harus mendekati hal yang kita anggap menakutkan itu terlebih dulu , dan jika sudah berhasil barulah kita katakan bahwa aku bisa berteman dengan hal yang ku anggap menakutkan.

Daftar Pustaka
Pengantar Organisasi dan Metode, Widyatmini & Izzati A. (1991:1)
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/index-pengantar_organisasi_dan_metode.html
           

Minggu, 30 Juni 2013

Manusia dan Tanggung Jawab Yang Menghasilkan Kepercayaan dan Profesionalisme

            Sudah seharusnya seorang manusia itu memiliki rasa Tanggung jawab. Dimana tanggung jawab itu sendiri merupakan keadaan menanggung segala sesuatu, baik yang berhubungan dengan dirinya ataupun yang berhubungan dengan lingkungan dimana manusia itu berada. Seharusnya  Tanggung jawab itu di jadikan suatu kesadaran atau kewajiban dalam diri manusia itu masing-masing karena sudah menjadi bagian kehidupan manusia, karena setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab.
Manusia memiliki hubungan erat dengan sang penciptanya yaitu kepada Tuhan-Nya. dimana telah di ajarkan dalam agamanya masing-masing bahwa seorang manusia itu harus mempunyai hubungan erat dengan Tuhan-Nya agar tujuan hidupnya selama di dunia itu jelas arahnya. Dalam agamanya masing-masing manusia di berikan suatu kepercayaan agar manusia itu memiliki iman. Dengan kepercayaan yang penuh manusia itu sendiri di berikan tanggung jawab untuk mempertanggung jawabkan kepercayaannya kepada Tuhan Nya.
Manusia itu mahluk sosial dimana dia berhubungan dengan manusia lain. Sebisa mungkin dia menyesuaikan diri terhadap lingkungan maupun manusia lain agar kehidupannya teratur dan dapat berjalan dengan baik. Tanggung jawab membawa pengaruh besar terhadap dirinya karena tanggung jawab itu akan menjadikan dia menjadi seseorang yang bijaksana karena dia bisa menanggung segala sesuatunya dengan baik sehingga apapun yang dia kerjakan terarah dengan baik. Selain tanggung jawab dengan lingkungannya, Tanggung jawab terhadap diri sendiri juga sangat di perlukan. Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memevahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurur sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral, tetapi manusia juga pribadi. Karena merupakan seorang pribasi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, berangan-angan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik yang sengaja maupun yang tidak.
Yang penting juga adalah tanggung jawab terhadap keluarga. Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.
Sebagai masyarakat yang berbangsa dan bernegara maka di perlukan Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara . Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.

Jika seorang manusia bisa bertanggung jawab kepada Tuhan , kepada keluarganya , kepada masyarakat lain , kepada bangsa dan Negara maka manusia itu sudah menjadi manusia yang baik yang dapat bertanggung jawab terhadap apa yang dia lakukan. Kalau seseorang sudah bisa bertanggung jawab dengan segala hal yang dia lakukan maka dia akan terampil dalam semua pekerjaan yang akan dia kerjakan. Dia akan menjadi seseorang yang professional dalam segala bidang kehidupan.