Minggu, 20 Oktober 2013

Teori Organisasi Umum

Teori Organisasi
            Sebagai makhluk sosial, manusia hidup dalam lingkungan di mana interaksi antar sesama serta mengatur kegiatannya dalam mencapai suatu tujuan bersama. Namun karena keterbatasan yang dimiliki, manusia tidak mampu untuk mewujudkan tujuan itu tanpa adanya hubungan kerjasama diantara mereka. Masalah ini yang menjadi dasar terwujudnya manusia yang hidup dalam organisasi.
            Dalam buku Pengantar Organisasi dan Metode, Widyatmini & Izzati A. (1991:1) Memberi istilah organisasi sebagai:
Wadah : Sekelompok manusia untuk saling bekerja sama
Proses  : Pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien
            Menurut Ernest Dale, Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu  struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
            Sedangkan Cyril Soffer menyatakan bahwa organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu sistem kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.
            Lalu, Kast & Rosenzweig menjelaskan pula bahwa organisasi adalah sub sistem teknik, sub sistem struktural, sub sistem psikososial dan subsistem manajerial dari lingkungan yang lebih luas dimana ada kumpulan orang-orang berorenteasi pada tujuan.
            Menurut Widyatmini & Izzati A. dalam Pengantar Organisasi dan Metode (1991:1), “Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah: Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.”

Dari penjelasan teori tersebut, maka dapat dibuat definisi umum dari organisasi, yaitu:
Organisasi adalah orang-orang yang usahanya harus dikoordinasikan, tersusun dari sejumlah subsistem yang saling terhubung dan bergantungan, bekerja sama atas dasar pembagian kerja, peran dan wewenang serta mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai.

Berikut ini merupakan ciri-ciri dari organisasi, yaitu:
1.         Lembaga sosial yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan
2.         Dikembangkan untuk mencapai tujuan
3.         Secara sadar dikoordinasikan dan sengaja disusun
4.         Instrumen sosial yang memeiliki batasan yang secara relatif dapat diidentifikasi.

Berikut ini merupakan beberapa teori organisasi antara lain sebagai berikut :
1.         Teori Oganisasi Klasik
Di teori ini, organisasi merupakan struktur hubungan antar kekuasaan, tujuan, peranan, kegiatan dan faktor lain, apabila orang saling bekerja sama. Biasa disebut “Teori Tradisional” atau “Teori Mesin” Dikatakan “Teori Mesin” karena manusia dianggap sebagai suku cadang yang suatu saat bisa dipasang atau digantikan sekehendak pemimpin.
Dalam teori ini, organisasi digambarkan menjadi sebuah lembaga tersentralisai dan dengan tugas-tugas yang terspesialisasi, memberi petunjuk mekanistik yang kaku dan tidak mengandung kratifitas. Teori klasik berkembang dalam 3 aliran, yaitu :
1)         Teori Birokrasi
Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam buku “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalsm” dan “The Theory od Social and Economic Organization“. Menurutnya, karakteristik birokrasi antara lain :
a.             Pembagian kerja
b.            Hirarki wewenang
c.             Program rasional
d.            Sistem prosedur
e.             Sistem aturan hak dan kewajiban
f.             Hubungan antar pribadi yang bersifat inpersonal
2)          Teori Administrasi
Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa, sertaMooney dan Reiley dari Amerika.
Henri Fayol mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajeman yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi, yaitu:
a.       Pembagian kerja
b.      Wewenang & tanggung jawab
c.       Disiplin
d.      Keatuan perintah
e.       Kesatuan pengarahan
f.       Mendahulukan kepentingan umum daripada pribadi
g.      Balas jasa
h.      Sentralisasi
i.        Rantai scalar
j.        Aturan
k.      Keadilan
l.        Kelanggengan personalia
m.    Inisiatif
n.      Semangat korps
         Henri Fayol juga merincikan fungsi-fungsi kegiatan administrasi menjadi elemen-elemen manajemen disebutFayol’s Functionalism, yaitu : perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, penkoordinasian dan pengawasan.
3)          Teori Manajemen Ilmiah
Frederick Winslow Taylor telah mengembangkan teori ini sejak 1900. Definisi dari manajemen ilmiah adalah “metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah organisasi” atau “seperangkat mekanisme untuk meningkatkan efesiensi kerja”. Empat kaidah manajemen menurutnya sebagai berikut :
1.         Menggantikan metode kerja dengan metode atas dasar ilmu pengetahuan
2.         Mengadakan seleksi, latihan dan pengembangan karyawan
3.         Pengembangan ilmu tentang kerja, seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah
4.         Perlu dikembangkan semangat dan mental karyawan

2.      Teori Neoklasik
Disebut juga “Teori Hubungan Manusiawi”. Muncul akibat ketidakpuasan dengan teori klasik. Menekankan pada “pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja
Hugo Munsteberg dalam “Psychology and Industrial Effeciency” menekankan adanya perbedaan karakteristik individu dalam organisasi dan mengingatkan adanya pengaruh faktor sosial dan budaya terhadap organisasi. Dalam pembagia kerja, Neoklasik memandang perlunya:
a.       Partisipasi
b.      Perluasan kerja
c.       Manajemen bottom up
3.      Teori Modern
Muncul tahun 1950 akibat ketidakpuasan pada teori sebelumnya.
Sering disebut “Analisa Sistem” atau “Teori Terbuka” yang memadukan kedua teori sebelumnya. Semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan. Organisasi merupakan sistem terbuka yang berkaitan dengan lingkungan dan apabila ingin bertahan hidup maka harus beradaptasi dengan lingkungan.



Pengalaman Berorganisasi
Dalam kehidupan bermasyarakat tentunya tak lepas dari yang namanya organisasi. Setiap manusia dalam kehidupannya pasti pernah ataupun sering berorganisasi atau masuk dalam suatu organisasi. Jika kita mendengar kata organisasi pasti satu pikiran yang terlintas di benak kita bahwa organisasi itu merupakan sesuatu yang formal namun kenyataannya tidak seperti itu , selain organisasi formal ada juga organisasi non formal. Contoh organisasi yang formal itu seperti Organisasi didalam sekolah contohnya seperti  OSIS, BEM, Ekstrakulikuler maupun organisasi yang ada di dalam kelas. Organisasi Non Formal contohnya seperti Organisasi yang kita lakukan di luar atau di lingkungan masyarakat contohnya seperti beroganisasi dalam membentuk kepanitiaan , membuat suatu acara, mengatur jalannya acara-acara keagamaan seperti tabligh akbar, hari raya besar dan lain sebagainya.
Seperti manusia pada umumnya , saya juga pernah mengikuti beberapa organisasi, baik organisasi yang ada di sekolah maupun organisasi yang ada di lingkungan tempat saya tinggal. Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman berorganisasi saya itu. Mulanya saya adalah seorang anak yang paling susah untuk berorganisasi, karena bisa di bilang saya adalah anak yang kurang percaya diri. Saya tidak terbiasa untuk berbicara di depan umum ataupun ikut serta berkumpul dengan orang banyak dalam suatu perkumpulan organisasi. Selain itu , saya melihat teman-teman saya terlihat begitu sibuk mengikuti suatu organisasi sehingga selalu pulang larut malam. Tentunya saya belum terbiasa dengan hal itu dan saya takut sekali akan turunnya prestasi belajar saya jika saya mengikuti organisasi.
Ketakutan akan organisasi perlahan sirna oleh rasa ingin tahu saya. Tepatnya di SMP kelas 2 , saya mulai ingin lebih tahu tentang organisasi. Mungkin waktu di kelas 1 saya masih belum bisa beradaptasi , namun perlahan saya mulai percaya diri untuk mengikuti suatu organisasi dan mulai menghapus presepsi buruk yang saya pikirkan selama ini mengenai organisasi. Awalnya ikut ajakan teman untuk mencoba latihan dasar kepemimpinan  organisasi siswa intra sekolah. Teman saya lah yang meyakinkan saya bahwa organisasi itu mengasyikan dan kita juga dapat belajar untuk lebih percaya diri di hadapan umum. Adrenalin saya terpancing dan saya memutuskan untuk melawan semua rasa kurang percaya diri saya itu.
Pada saat mengikuti latihan dasar kepemimpinan untuk syarat masuk ke dalam kepengurusan OSIS, saya di ajarkan bagaimana mengatur diri saya menjadi seorang pemimpin yang disiplin. Karena jika kita belum bisa mengatur diri kita sendiri bagaimana kita akan mengatur orang lain kelak sebagai pemimpin. Satu hal berharga yang saya dapatkan dari latihan dasar kepemimpinan itu , bahwa hidup itu berarti kalau kita dapat bermanfaat bagi orang lain yang ada disekitar kita.  Dengan berorganisasi saya berfikir bahwa saya tidaklah hidup seorang diri , kita adalah mahkluk sosial yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.  
Dikelas 2 SMP saya resmi masuk ke dalam kepengurusan OSIS dan saya menjabat sebagai seksi bidang apresiasi , persepsi dan kreasi seni. Jabatan ini menurut saya sangat cocok dengan kepribadian saya yang sangat menyukai hal-hal yang berhubungan dengan seni dan kreatifitas. Tugas pertama yang saya kerjakan saat itu adalah menyelenggarakan acara pentas seni, dimana saya mengatur sistematis acara pentas seni tersebut. Seperti : menyiapkan audisi menyanyi , menari, drama, menata panggung , menyusun acara dan lain sebagainya.
            Selain menjadi anggota OSIS , saya juga mengikuti organisasi keagamaan yakni Remaja Masjid Nurul atau yang disingkat RMN. RMN merupakan organisasi yang di bentuk untuk mengurusi urusan keagamaan di masjid sekolah. Saya menjabat sebagai sekertaris 2 , yang bertugas mencatat pemasukan infak setiap minggunya, membuat majalah dingding, mencetak materi pengajian dan membantu sekretaris 1. Dalam organisasi ini, saya mendapat banyak sekali pelajaran yang sangat berharga untuk menambah bekal di akhirat kelak. Setiap minggunya organisasi ini mengadakan ngaji bersama, latihan menulis kaligrafi, tausiah, belajar hukum-hukum tajwid dan lain sebagainya. Dan apabila ada acara-acara besar keagamaan maka organisasi ini lah yang menjadi anggota kepanitiaannya.
            Selain mengikuti organisasi formal disekolah, saya juga mengikuti organisasi kecil di kampung saya yang di beri nama Kuantifang. Kuantifang itu merupakan singkatan dari Kumpulan anak kreatif kujang (nama daerah). Organisasi ini di bentuk oleh pak RT kujang dengan tujuan agar remaja-remaja yang tinggal di gang kujang ini walaupun banyak yang tidak melanjutkan sekolah tapi mereka masih bisa berkreatifitas. Kegiatan yang dilakukan antara lain : membuat kerajinan tangan , latihan menari daerah, latihan teater. Jadi setiap ada acara seperti acara memperingati hari kemerdekaan remaja-remaja ini bisa memamerkan karyanya. Vakum selama setahun di kelas 3 SMP dari hal yang berbau organisasi karena akan mengikuti Ujian Nasional. Dan selama vakum itu sangat terasa sekali rindu akan kumpul-kumpul, rapat dan lain sebagainya. Tidak pernah di bayangkan, saya akan merindukan hal yang awalnya saya takutkan ini.
            Setelah sekian lama vakum , dan akhirnya saya mengikuti organisasi kembali di SMA. Yaitu Remaja Masjid Darutholibin atau RMD. Organisasi ini sama seperti organisasi Remaja Mesjid yang saya ikuti di SMP. Namun kali ini saya menjabat sebagai bendahara, yang bertanggung jawab untuk mengatur keuangan yang masuk maupun yang keluar seperti infak , ataupun ada kegiatan acara-acara tabligh akbar di sekolah. Di SMA saya tidak banyak mengikuti organisasi , karena saya di suruh fokus sekolah oleh orang tua saya untuk mempersiapkan masuk PTN.
            Organisasi terakhir yang saya ikuti adalah Esgrim Community. Organisasi ini awalnya di bentuk pada saat bulan ramadhan untuk melakukan penggalangan dana ke panti asuhan.  System penggalangan dana yang dilakukan seperti : mengamen , menjual kue-kue untuk berbuka, dan lain sebagainya. Dan pada akhir bulan Ramadhan barulah kami adakan acara pentas seni di panti asuhan tersebut dan membagikan hasil penggalangan dana selama satu bulan.
Begitulah sedikit cerita tentang pengalaman organisasi yang saya ikuti. Mungkin jika waktu itu saya tidak mau melawan rasa kurang percaya diri saya , saya tidak akan pernah mempunyai pengalaman seindah ini. Di mana dari organisasi-organisasi tersebut saya belajar banyak hal yang tidak akan pernah saya dapatkan jika saya belajar sendiri. Dan saya katakana bahwa saya pun bisa seperti mereka yang bisa bergabung dengan suatu organisasi. Terkadang kita harus mendekati hal yang kita anggap menakutkan itu terlebih dulu , dan jika sudah berhasil barulah kita katakan bahwa aku bisa berteman dengan hal yang ku anggap menakutkan.

Daftar Pustaka
Pengantar Organisasi dan Metode, Widyatmini & Izzati A. (1991:1)
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/index-pengantar_organisasi_dan_metode.html
           

Minggu, 30 Juni 2013

Manusia dan Tanggung Jawab Yang Menghasilkan Kepercayaan dan Profesionalisme

            Sudah seharusnya seorang manusia itu memiliki rasa Tanggung jawab. Dimana tanggung jawab itu sendiri merupakan keadaan menanggung segala sesuatu, baik yang berhubungan dengan dirinya ataupun yang berhubungan dengan lingkungan dimana manusia itu berada. Seharusnya  Tanggung jawab itu di jadikan suatu kesadaran atau kewajiban dalam diri manusia itu masing-masing karena sudah menjadi bagian kehidupan manusia, karena setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab.
Manusia memiliki hubungan erat dengan sang penciptanya yaitu kepada Tuhan-Nya. dimana telah di ajarkan dalam agamanya masing-masing bahwa seorang manusia itu harus mempunyai hubungan erat dengan Tuhan-Nya agar tujuan hidupnya selama di dunia itu jelas arahnya. Dalam agamanya masing-masing manusia di berikan suatu kepercayaan agar manusia itu memiliki iman. Dengan kepercayaan yang penuh manusia itu sendiri di berikan tanggung jawab untuk mempertanggung jawabkan kepercayaannya kepada Tuhan Nya.
Manusia itu mahluk sosial dimana dia berhubungan dengan manusia lain. Sebisa mungkin dia menyesuaikan diri terhadap lingkungan maupun manusia lain agar kehidupannya teratur dan dapat berjalan dengan baik. Tanggung jawab membawa pengaruh besar terhadap dirinya karena tanggung jawab itu akan menjadikan dia menjadi seseorang yang bijaksana karena dia bisa menanggung segala sesuatunya dengan baik sehingga apapun yang dia kerjakan terarah dengan baik. Selain tanggung jawab dengan lingkungannya, Tanggung jawab terhadap diri sendiri juga sangat di perlukan. Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memevahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurur sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral, tetapi manusia juga pribadi. Karena merupakan seorang pribasi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, berangan-angan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik yang sengaja maupun yang tidak.
Yang penting juga adalah tanggung jawab terhadap keluarga. Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.
Sebagai masyarakat yang berbangsa dan bernegara maka di perlukan Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara . Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.

Jika seorang manusia bisa bertanggung jawab kepada Tuhan , kepada keluarganya , kepada masyarakat lain , kepada bangsa dan Negara maka manusia itu sudah menjadi manusia yang baik yang dapat bertanggung jawab terhadap apa yang dia lakukan. Kalau seseorang sudah bisa bertanggung jawab dengan segala hal yang dia lakukan maka dia akan terampil dalam semua pekerjaan yang akan dia kerjakan. Dia akan menjadi seseorang yang professional dalam segala bidang kehidupan.

Sabtu, 27 April 2013

Surat Cinta dan Cinta menurut ajaran Agama Islam


Surat Cinta Untuk Cerita Lalu di Surga
Apa kabar cerita lalu ? bagaimana di sana ? samakah seperti halnya disini ? malam ini aku mengingatmu, mengingat tentang kita , mengingat semua yang pernah ku lalui denganmu. Menyedihkan , berbeda dengan ketika saat aku masih bersamamu semuanya terasa indah untuk di kenang. Apa yang menyenangkan dalam jarak sejauh ini ? aku tak pernah tahu seberapa jauh jarak yang memisahkan kita , yang aku pikirkan hanyalah mengapa waktu begitu cepat mengajakmu pergi dariku, dan jika aku dapat mewawancarai sosok takdir itu,  aku akan menanyakan banyak sekali pertanyaan kepadanya termasuk mengapa dia tidak mengajakku untuk pergi juga bersama denganmu, bukankah kamu pernah berjanji , kemanapun kamu pergi kamu akan mengajakku , tapi mengapa kamu pergi sendiri saja .
Salahkah waktu ? salahkah takdir ? atau salahkah keadaan yang telah memperkenalkan kita?
Apa yang bisa aku harapkan dari jarak yang memisahkan kita ?ketika rasa rindu bertanya, kemana perginya orang yang aku rindukan. Aku tidak bisa menatapmu lagi, dan jemariku begitu rindu untuk membelai lekukan wajahmu. Aku cinta kepadamu namun cinta itu tak senyata seperti pada saat kamu memang benar-benar hadir di hadapanku, tapi kini semua itu hanyalah bayang-bayang.
Jarak yang begitu jauh apa mungkin menghapus semua kebiasaanmu , kebiasaan kita juga ? mungkinkah dalam jarak sejauh ini kita masih saling mendoakan seperti halnya kita yang sering berdoa bersama untuk hubungan kedepan.
Kamu melihatku tidak dari sana ? dan apakah kamu masih bisa merasakan apa yang aku rasakan di saat dingin mencekam , semua tentangmu tertuju ke pikiranku namun kamu tak lagi ada di sampingku , juga tak lagi mendekapku dengan hangat. Aku tidak lagi mengerti mengapa begitu mudahnya air mata yang terjatuh berserakan di kala aku mengingatmu.
Aku sudah mengerti , perpisahan yang Allah ciptakan adalah sesuatu yang terbaik untukmu , untukku dan untuk kita. Dan aku yakin , banyak sekali orang yang dapat menjagamu disana.
Aku tentu saja menangis , dadaku sesak ketika menyadari semuanya berlalu begitu cepat. Sudah tiba saja di hari ulang tahunmu  , jika kamu masih ada , mungkin kamu banyak mendapatkan ucapan dan hadiah special dari orang-orang terkasihmu. Aku yakin kamu akan lebih bahagia disana. Walaupun aku tak lagi dapat menyentuhmu namun dalam jarak sejauh ini, aku masih bisa memelukmu dalam doa.
Rasa ini begitu absurd dan sulit untuk di deskripsikan , kamu telah membawa separuh jiwaku melayang dan mengasingkan aku ke dunia yang bahkan tak ku ketahui. Aku bercermin memperhatikan setiap lekuk wajahku. Aku tak mengenal sosok di dalam cermin itu. Tak ada aku dalam cermin yang ku perhatikan. Aku merasa aku berbeda dan aku tak lagi mengenal siapa diriku. Seseorang yang ku kenal di dalam tubuhku kini menghilang secara magis setelah kepergianmu untuk selamanya.
Kamu ingat yang aku pernah ceritakan padamu dulu ? tentang perasaan akan kehadiranmu yang membawa perasaan lain. Hal berbeda yang kamu tawarkan padaku turut membuka mata hatiku dengan lebar, aku sempat tak sadar bahwa kamu datang member perasaan aneh. Ada yang hilang jika sehari saja kamu tak menyapaku , dan hingga saat ini aku belum bisa terbiasa tanpa kabarmu.
Apalah arti suatu perasaan yang hanya bisa aku simpan sendiri, ingin aku katakana padamu semuanya , namun sepertinya semua sudah telat. Aku hanya ingin kamu tau , perasaan ini masih sama seperti saat pertama kali aku membalas cintamu. Aku sangat mencintaimu , aku sangat merindukan semua hal tentangmu. Aku selalu berharap agar kamu bisa lebih bahagia disana J
Aku sadar aku tak lagi bisa bertemu dengan mu dan mengatakan semua yang aku rasakan, dan sepertinya kamu harus mengetahui satu hal , bahwa aku akan selalu menyayangimu dengan caraku sendiri J






Cinta Kasih Menurut Ajaran Agama Islam
Cinta , siapa yang tidak kenal dengan hal yang satu ini. Setiap orang tertarik kalau sudah membicarakan tentang cinta, yaitu rasa yang tidak akan pernah ada habisnya. Tuhan menganugerahkan rasa cinta dan sayang kepada hamba-Nya dengan jumlah yang tak terhingga, agar manusia memiliki rasa peduli dan saling mengasihi antar sesamanya. Cinta merupakan hal indah , setiap orang pasti bisa merasakannya. Sejak lahir orang tua membesarkan kita dengan kasih sayang mereka dan dengan penuh cinta kasih agar kita kelak dapat menjadi manusia yang berprilaku baik budi maupun pekertinya. Kehidupan yang kita rasakan setiap harinya itu merupakan bukti cinta Tuhan kepada kita sebagai hamba-Nya beruntunglah kita karena masih di berikan nikmat hidup oleh Tuhan, Tuhan memberikan kehidupan dan segalanya yang ada di bumi agar kita mampu merasakan nikmatnya hidup di dunia .
Dalam AlQuran pun telah di jelaskan tentang arti sesungguhnya dari rasa cinta dan sayang, antara lain sebagai berikut :
QS. Al-Baqarah ayat 165
“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah SWT. Adapun orang-orang yang beriman, sangat besar cinta mereka kepada Allah SWT. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah SWT semuanya, dan bahwa Allah SWT amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).”

Dalam ayat tersebut di jelaskan bahwa, Orang orang yang beriman kepada Allah berarti orang  yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk mewujudkan harapan .atau kemauan yang dituntut oleh Allah kepadanya. Allah SWT itu satu , tidak ada seorang pun yang dapat menandingi kekuasaan Allah SWT. Allah SWT mencintai kita salah satunya dengan cara memberikan nikmat kehidupan kepada kita sebagai hamba-Nya. Namun apa yang sudah kita berikan kepada Allah SWT ? Sudah seharusnya kita mengorbankan seluruh jiwa dan raga kita agar kita selalu mendapatkan cinta dari sang pencipta.

Dalil-dalil dalam hadis Nabi Muhammad SAW, misalnya sebagai berikut:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ اْلإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ ِللهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْيَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ
“Tiga hal yang barang siapa mampu melakukannya, maka ia akan merasakan manisnya iman, yaitu: pertama Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya; kedua: tidak mencintai seseorang kecuali hanya karena Allah; ketiga benci kembali kepada kekafiran sebagaimana ia benci dilemparkan ke neraka.”


….. وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُبِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا …
“….Tidaklah seorang hamba-Ku senantiasa mendekati-Ku dengan ibadah-ibadah sunah kecuali Aku akan mencintainya. Jika Aku mencintainya, maka Aku pun menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar; menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat; menjadi tangannya yang ia gunakan untuk memukul; dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan.”

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِين
“Tidak beriman seseorang dari kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada anaknya, orang tuanya, dan seluruh manusia.”



Orang yang mencintai selain Allah, tapi cintanya tidak disandarkan kepada Allah, maka hal itu karena kebodohan dan kepicikan orang tersebut dalam mengenal Allah. Cinta kepada Rasulullah SAW, misalnya, adalah sesuatu yang terpuji karena cinta tersebut merupakan manifestasi cinta kepada Allah. Hal itu karena Rasulullah adalah orang yang dicintai Allah. Dengan demikian, mencintai orang yang dicintai oleh Allah, berarti juga mencintai Allah itu sendiri. Begitu pula semua bentuk cinta yang ada. Semuanya berpulang kepada cinta terhadap Allah.
Hanya Allah Yang Maha Sempurna. Ia tidak bergantung kepada apapun dan siapa pun. Kesempurnaan itulah yang akan mengantarkan seseorang kepada cinta sejati, yaitu cinta terhadap Allah. Manusia beribadah kepada Tuhannya bukan karena rasa cinta dan kasih, akan tetapi lebih kepada rasa bersyukur manusia itu atas nikmat dan rahmat yang telah diberikan oleh Tuhan YME kepada manusia selama hidup di dunia. Mengabdi, mungkin itulah yang pantas disebut daripada cinta dan kasih. Cinta kasih kepada Rasul, ya itu yang benar, cinta dan kasih kita curahkan kepada Rasul yang telah membawa ajaran-ajaran tauhid ke muka bumi untuk beribadah kepada Tuhan YME. Cinta kasih kepada Rasul yaitu menjaga nama baik Rasul dan membelanya atas segala tuduhan miring / fitnah terhadap Rasul kita.

Menurut Al-Qur'an cinta terbagi menjadi 8 jenis, yaitu:
Cinta Mawaddah: yaitu cinta yang menggebu-gebu  dan membara. Orang yang memiliki cinta jenis ini inginnya selalu berdua dan tak ingin berpisah. Selalu ingin memuaskan dahaga cintanya bahkan hampir tidak bisa berfikir yang lain.
Cinta Rahmah: yaitu cinta yang penuh akan kasih sayang, pengorbanan dan perlindungan. Orang yang memiliki cinta ini akan lebih memikirkan orang yang dicintainya daripada dirinya sendiri. Dipikirannya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meskipun ia harus menderita.
Cinta Mail: yaitu cinta yang sementara sangat membara. Dan sangat menyedot perhatian tanpa memperhatikan hal-hal penting lainnya. Menurut Al-Qur'an disebut juga dalam konteks poligami. Karna ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda akan cenderung mengabaikan yang lama.
Cinta Syaghaf: yaitu cinta alami yang sangat mendalam dan sangat memabukkan. Orang yang terkena cinta ini akan seperti orang gila, lupa diri bahkan tidak menyadari apa yang dilakukannya.
Cinta Ra'fah: yaitu rasa kasih sayang yang melebihi norma kebenaran. Misalnya: karna rasa kasih sayang dan kasihan yang berlebihan melihat anaknya tidur terlelap seorang bapak tidak tega dan tidak jadi membangunkan anaknya untuk Sholat.
Cinta Shobwah: yaitu cinta buta, cinta ini akan mendorong perilaku menyimpang dan tidak akan bisa mengelak.
Cinta Syauq (Rindu): yaitu pengembaraan hati kepada kekasih dan kobaran cinta didalam hati sang pecinta.
Cinta Kulfah: yaitu perasaan cinta yang disertai kesadaran akan hal-hal positif meski itu sulit.

Jumat, 15 Maret 2013

Manusia dan Kebudayaan


TUGAS SOFTSKILL
ILMU BUDAYA DASAR





                                                NAMA  :  NOVA KARLASEMI
                                                NPM      :  15112379



Tugas :
1.      Menjelaskan mengenai Manusia dan Kebudayaan
2.      Menjelaskan Bagan Psiko Sosiogram
3.      Menanggapi tentang lunturnya nilai-nilai budaya di Indonesia


Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan merupakan 2 hal yang saling berkaitan atau saling mempunyai ikatan antara satu dengan yang lainnya di dalam suatu kehidupan.  Dimana ada manusia, disitulah kebudayaan-kebudayaan timbul dan kebudayaan sudah menjadi ciri khas dari manusia tersebut.  Keterkaitan inilah yang membuat manusia dengan berjuta-juta kebudayaannya sulit untuk di pisahkan. Manusia dan kebudayaan menjadi satu paket penting , yang apabila salah satunya tidak terlengkapi maka kedua hal tersebut tidaklah menjadi satu bentuk kesatuan utuh di dalam suatu kehidupan.
Manusia pada hakikatnya merupakan mahluk sosial, yang berarti manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa dukungan dan kasih sayang dari orang-orang di sekelilingnya. Di dalam kehidupan nyata, manusia memerlukan sosialisasi agar manusia dapat berkembang di  kehidupannya. Sama halnya dengan kebudayaan , kebudayaan juga tidak dapat berdiri sendiri tanpa ada yang mengembangkan dan melestarikannya, siapa lagi yang dapat mengembangkan dan melestarikan kebudayaan tersebut kalau bukan manusia itu sendiri. Kebudayaan itu sifatnya dinamis, kebudayaan akan terus berkembang seiring dengen berjalannya waktu. Semakin maju suatu kehidupan , maka akan semakin banyak kebudayaan yang beragam di dunia ini.
Seperti yang telah kita ketahui bersama, manusia merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang di ciptakan sempurna beserta akal dan pikiran , hal itulah yang membuat manusia jelas berbeda dengan mahluk ciptaan Tuhan yang lainnya seperti hewan dan tumbuhan. Manusia menggunakan akal dan pikirannya untuk menciptakan hal-hal baru dan mengolah nya menjadi suatu kebutuhan yang dapat di manfaatkan dalam kehidupannya. Kebudayaan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting karena budaya merupakan suatu cerminan dari manusia itu sendiri.
Dengan anugerah akal dan pikirannya , manusia harus pandai mengolah atau menyaring kebudayaan-kebudayaan yang masuk dalam kehidupannya. Kebudayaan yang sifatnya turun –termurun ini harus selalu di lestarikan agar kebudayaan yang di ciptakan oleh orang-orang terdahulu tidak akan punah ataupun pudar dan dapat di lestarikan kembali oleh generasi muda yang akan datang. Jelas , kebudayaan dalam kehidupan manusia menjadi pengaruh yang sangat besar. Karena kebudayaan dapat mendorong kehidupan manusia menjadi lenih baik. Kebudayaan itu terlahir karena ada manusia yang menciptakannya dan dalam kehidupan nyata manusia itu hidup di tengah-tengah kebudayaan yang di ciptakannya.  




Penjelasan bagan Psiko Sosiogram :
·         Nomor 7   :  Nomor 7 pada bagan psiko sosiogram diatas disebut sebagai daerah tak sadar. Tak   sadar disini dimaksudkan bahwa  ada hal atau unsur-unsur dimana manusia tidak mampu menyadari  hal tersebut karena hal itu  sudah tertanam jauh di dalam dirinya sendiri. Daerah tak sadar ini berada di dasar alam jiwa manusia sehingga sulit untuk di sadari. Daerah tak sadar ini terdiri dari gagasan-gagasan seperti impian, harapan ataupun cita-cita yang diinginkan. 

·         Nomor 6   :  Nomor 6 pada bagan psiko sosiogram diatas disebut sebagai  sub sadar. Unsur-unsur yang tidak dapat disadari oleh manusia seperti yang di sebutkan pada nomor 7 sewaktu – waktu unsur – unsur tersebut bisa meledak keluar walaupun unsur tersebut sudah tertanam jauh di dalam diri manusia dan unsur yang meledak tersebut bisa saja mengganggu proses kehidupan manusia sehari-hari.

·         Nomor 5   :   Nomor 5 pada bagan psiko sosiogram diatas disebut sebagai kesadaran yang tidak dinyatakan. Kesadaran yang tidak dinyatakan disini dimaksudkan bahwa pikiran – pikiran dan gagasan yang ada disimpan sendiri oleh manusia tersebut dan tidak ada seorang  pun yang dapat mengetahuinya dan ada kemungkinan seseorang pada daerah ini adalah seseorang yang takut untuk berpendapat dan bisa jadi dia merupakan seorang pribadi yang tertutup. Pada daerah ini manusia bisa mengatur dirinya untuk meluapkan ataupun menyembunyikan apa yang dia rasa , seperti Ia takut salah dan takut dimarahi orang apabila ia menyatakannya, atau karena ia punya maksud jahat atau Ia sungkan menyatakannya, atau karena belum yakin bahwa ia akan mendapat respons dan pengertian yang baik dari sesamanya, atau takut bahwa walaupun siberi respons, respons itu sebenarnya tak diberikan dengan hati yang ikhlas atau juga karena ia takut ditolak mentah-mentah atau Ia malu karena takut ditertawakan, atau karena ada perasaan bersalah yang mendalam dan bisa jadi Ia tidak bisa menemukan kata-kata atau perumusan yang cocok untuk menyatakan gagasan yang bersangkutan tadi kepada sesamanya.

·         Nomor 4   :   Nomor 4 pada bagan psiko sosiogram diatas disebut sebagai kesadaran yang dinyatakan.  Kesadaran yang dinyatakan ini berarti manusia mengungkapkan kepada orang lain apa yang ada di pikirannya seperti perasaan, pengetahuan dan sebagainya. Cenderung orang yang ada pada daerah ini ialah orang yang terbuka.

·         Nomor 3   :   Nomor 3 pada bagan psiko sosiogram diatas disebut sebagai lingkaran hubungan karib. Lingkaran hubungan karib disini di maksudkan bahwa  manusia memiliki seseorang atau sesuatu yang dianggap bisa menjadi curahan hati dan tempat untuk meminta bantuan. Tidak selalu manusia yang lain juga melainkan benda, atau makhluk hidup lain pun bisa berada pada lingkaran ini. Manusia itu adalah mahluk sosial dimana dia tidak dapat hidup sendiri. Manusia membutuhkan orang lain di dalam kehidupannya agar dapat menjalankan kehidupannya dengan baik. Dan apabila kesusahan ataupun sedang mendapatkan  musibah antara manusia satu dengan manusia yang lain bisa  salimg membantu, minimal mendengarkan keluhan atau curahan hati.

·         Nomor 2   :   Nomor 2 pada bagan psiko sosiogram diatas disebut sebagai lingkaran hubungan berguna. Bisa dianalogikan hubungan antara murid dengan guru, pedagang dan pembeli. 

·         Nomor 1   :   Nomor 1 pada bagan psiko sosiogram diatas disebut sebagai lingkaran hubungan jauh. Lingkaran hubungan jauh disini disini yang berarti pikiran dan gagasan manusia tentang berbagai macam hal.

·         Nomor 0   : Nomor 0 pada bagan psiko sosiogram diatas disebut lingkungan dunia luar. Lingkungan dunia luar merupakan dunia atau daerah yang belum pernah dikunjungi atau dijumpai. Biasanya terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan tentang orang dan hal yang terletak di luar masyarakat dan negara Indonesia, dan ditanggapi oleh individu bersangkutan dengan sikap masa bodoh. Contohnya : anggapan pelajar indonesia yang tak pernah ke luar negeri tentang korea.


Lunturnya Nilai-nilai Budaya di Indonesia

Kebudayaan Indonesia merupakan kumpulan dari berbagai budaya dari seluruh wilayah yang ada di Negara Indonesia. Banyak sekali budaya-budaya yang kita miliki, sudah selayaknya kita bangga kepada Negara kita tercinta ini. Mungkin selama ini hanya beberapa kebudayaan yang baru kita tahu tapi kenyataannya di pelosok-pelosok wilayah Negara Indonesia itu masih banyak sekali kebudayaan-kebudayaan yang tidak kalah menarik dari kebudayaan yang sebelumnya sudah kita ketahui. Kita sebagai penerus bangsa sudah seharusnya melestarikan kebudayaan-kebudayaan tersebut agar tidak kalah tenar dari kebudayaan yang ada di Negara lain.

Di lihat pada keadaan saat ini, kebudayaan yang kita miliki perlahan sedikit demi sedikit mulai luntur. Keberadaannya perlahan menghilang tergeserkan oleh budaya-budaya luar yang masuk ke dalam Negara kita. Lunturnya nilai-nilai budaya terutama dari dalam diri kita sendiri contohnya dari hal kecil di kehidupan kita sehari-hari, seperti bahasa , kebanyakan dari para remaja di Indonesia saat ini sudah mulai jarang menggunakan bahasa daerah dalam berbicara. Kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa bahasa daerah itu merupakan bahasa yang sudah tidak zaman dan norak jadi mereka lebih memilih menggunakan bahasa gaul dalam berbicara karena menurut mereka bahasa gaul itu lebih menarik. Jadi, tidak sedikit remaja saat ini yang kurang mengerti akan bahasa daerahnya sendiri. Sama halnya dengan permainan-permainan tradisional sseperti lompat karet, congklak, petak umpat dan lain sebagainya. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi permainan-permainan tersebut perlahan mulai menghilang keberadaannya. Anak-anak saat ini lebih menyukai computer ketimbang permainan tradisional.

Beberapa kebudayaan kita sempat diakui oleh Negara lain. Itu semua kesalahan kita sebagai pemilik dari kebudayaan itu dan bukan kesalahan dari pihak yang mengakui. Kesalahan kita adalah mengapa kita tidak melestarikan dan menjaga kebudayaan itu sehingga sampai di akui oleh Negara lain. Mengapa kita lebih tertarik dengan budaya bangsa lain sehingga budaya yang kita miliki mulai di tinggalkan perlahan. Jika kita menjaga semua kebudayaan yang kita miliki dengan baik , Negara lain juga akan enggan mengakuinya.  Seperti yang telah kita ketahui bersama , kebudayaan merupakan ciri khas dari suatu bangsa. Dimana ciri khas itu melekat menjadi jati diri suatu bangsa , keberadaannya harus selalu ada , sebisa mungkin harus kita jaga keutuhannya dan jangan biarkan luntur sedikitpun.


Lunturnya nilai-nilai kebudayaan di Negara Indonesia itu salah satunya bisa di sebabkan karena munculnya globalisasi. Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan yang ada di masyarakat Indonesia, termasuk diantaranya aspek  kebudayaan. Semakin majunya Negara kita maka akan semakin banyak hal-hal baru yang akan masuk ke dalam Negara kita. Kita sebagai penerus bangsa boleh saja menerima hal positif yang masuk dari luar tetapi kita pun tidak boleh melupakan hal yang sudah lama ada mendarah daging pada Negara kita seperti budaya. Warga Negara Indonesia saat ini cenderung menerapkan budaya barat pada kehidupannya sehari-hari terutama anak muda. Mereka tidak menyaring mana yang baik dan mana yang pantas untuk di ikuti dan mereka pun tidak mengerti bahwa budaya barat itu bukanlah cirri khas dari budaya kita.

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa nilai dan norma di Negara kita keberadaannya mulai bergeser dan  mungkin lambat laun nilai dan norma budaya itu akan hilang. Sikap kritis dalam menghadapi arus globalisasi itu sangat di perlukan agar kita sebagai penerus bangsa dapat menyaring mana yang baik yang kita terima dan mana yang buruk yang dapat merusak budaya bangsa Indonesia. Dan sepertinya kita harus bisa lebih paham akan arti dari globalisasi agar kita tahu bahwa kehadiran globalisasi itu adalah sebagai sarana untuk pembangunan Negara bukan untuk merusak budaya bangsa kita.